CT Scan

1. Apa itu CT Scan?

CT Scan adalah sebuah metode penggambaran medis menggunakan tomografi di mana pemrosesan geometri digunakan untuk menghasilkan sebuah gambar tiga dimensi bagian dalam sebuah objek dari satu seri besar gambar sinar-X dua dimensi yang diambil dalam satu putaran “axis”. Pada dasarnya CT Scan merupakan suatu prosedur sinar-X yang menggabungkan sejumlah besar gambar X-ray yang diambil secara berurutan. Gambar-gambar ini kemudian menghasilkan pandangan penampang dari organ internal yang ingin dilakukan pemeriksaan. Dalam bahasa Indonesia CT Scan disebut sebagai Tomografi terkomputasi (CT Scan: Computed/Computerized Tomography, awalnya dikenal dengan Computed Axial Tomography (CAT)

2. Untuk Apa CT Scan Digunakan?

CT scan dilakukan untuk menganalisis struktur internal tubuh, termasuk mendiagnosis cedera traumatis, seperti bekuan darah atau patah tulang tengkorak, tumor atau infeksi. Hal ini juga dapat membantu memvisualisasikan berbagai organ seperti hati, kandung empedu, pankreas, limpa, aorta, ginjal, rahim, dan ovarium.

3. Mengapa X-ray tidak digunakan sebagai gantinya?

Sebuah mesin X-ray hanya dapat mengirimkan satu berkas saja, dan oleh karena itu gambar yang diambil hanya satu dimensi saja. Meskipun merupakan teknik diagnostik yang baik untuk mendiagnosis seperti patah tulang atau radang dalam tubuh, tetapi tidak memberikan pandangan tiga dimensi atau lengkap dari organ dan jaringan dalam, yang menjadi hal penting untuk mendiagnosa kondisi tertentu. Berbeda dengan CT Scan yang memancarkan serangkaian beam sempit/rinci X-ray, maka hal ini akan sangat membantu dengan memberikan pandangan lengkap dari organ yang bersangkutan. Hasil gambar/foto jauh lebih rinci daripada yang terlihat pada X-ray.

4. Bagaimana Cara Kerjanya?

Untuk membantu Anda memahami proses CT Scan yang lebih baik, coba Anda bayangkan sepotong roti yang dipotong menjadi irisan kecil-kecil, Anda dapat melihat setiap sudut irisan roti tersebut. Ketika setiap irisan disatukan, maka gambar seperti gambar tiga dimensi akan terbentuk. Inilah bagaimana CT scan mengambil gambar dari organ atau struktur tubuh normal. Sebuah mesin yang berbentuk seperti donat besar atau scanner mengambil gambar sinar-X pada sudut yang berbeda di seluruh tubuh atau tempat ditubuh yang akan diperiksa (misalnya kepala). Gambar-gambar ini diproses oleh komputer untuk menghasilkan gambar penampang atau gambar 3D dari tubuh. Dalam setiap gambar organ dipandang sebagai sepotong tubuh atau organ yang dipindai/di scan. Hal ini kemudian direkam pada sebuah film/foto dimana gambar yang direkam tersebut disebut sebagai tomogram. Dalam kasus di mana organ-organ internal di dalam tubuh tidak terlihat jelas, zat pewarna kontras dapat digunakan agar membantu terlihat lebih jelas di layar. Tergantung pada organ tubuh yang perlu diidentifikasi.

5. Bagaimana Persiapan Untuk CT Scan?

Biasanya diberikan pewarna barium sebagai persiapan sebelum dilakukan CT scan. Dokter akan meminta Anda untuk berpuasa selama 4-6 jam sebelum dilakukan tindakan. Tergantung pada jenis struktur yang ingin dokter identifikasi, anda mungkin akan diberikan pewarna barium dengan cara yang berbeda. Selama CT scan, anda akan diminta untuk melepas semua perhiasan dan diminta untuk memakai pakaian yang disediakan khusus.

6. Apakah Ada Risiko dan Efek Sampingnya?

CT scan memiliki risiko yang rendah. Pengalaman masalah yang umum terjadi adalah bahwa orang yang melakukan prosedur tersebut bisa saja alergi terhadap zat warna dengan gejala seperti gatal-gatal atau ruam, dan perasaan merasakan hangat dari dalam tubuh. Reaksi ini biasanya terjadi hanya beberapa jam setelah melakukan CT Scan. Namun jika gejala yang tak tertahankan, Anda perlu menanyakan hal tersebut kepada dokter. Reaksi alergi yang lebih serius terhadap kontras intravena disebut reaksi anafilaksis. Meskipun ini adalah reaksi yang sangat langka terjadi dan perlu Anda ketahui bahwa hal ini dapat berpotensi mengancam nyawa jika tidak diobati tepat pada waktunya. Risiko langka lainnya termasuk toksisitas ginjal dan gagal ginjal.

7. Apakah Sakit?

Proses ini benar-benar tidak sakit. Anda hanya akan merasakan seperti kesemutan dan itupun jika Anda harus diberikan bahan pewarna intravena. Jika tidak ada penambahan pewarna, maka proses scanningnya sudah akan selesai sebelum keheranan dan keingin tahuan anda akan alat itu sendiri terjawab.

8. Apa Yang Harus Dilakukan Setelah CT Scan?

Jika anda diberikan pewarna Barium, Anda mungkin akan diminta untuk menunggu sebentar setelah proses untuk memastikan Anda merasa cukup baik untuk pergi. Untuk menghilangkan barium dari tubuh, anda harus minum air yang cukup untuk membantu pembuangan atau pembersihan tubuh dari sisa-sisanya.

9. Apakah Mahal Harganya?

Soal harga, itu tergantung dari proses apa yang harus anda lakukan. Jika hanya CT Scan polos dan rawat jalan, kemungkinan harganya akan dibawah 1 juta rupiah. Namun tergantung juga dengan rumah sakit, masing-masing RS memiliki aturan dan manajemen yang berbeda. Pada dasarnya harga tersebut tidak terlalu banyak perbedaannya.

10. Pada Kondisi Apa Saya Dapat Menolak Melakukan CT Scan?

Pada dasarnya melakukan CT Scan aman, asalkan tidak sering melakukannya. Sebagian penelitian mengatakan bahwa melakukan CT Scan secara rutin (pemeriksaan kesehatan preventif) akan mendapat adanya paparan radiasi. Namun yang terpenting adalah memberitahukan yang sebenarnya kepada dokter anda tentang apa yang anda rasakan. Sangat disarankan bagi wanita hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan, harus menghindari CT scan karena dapat menyebabkan kerusakan pada janin. Orang yang diabetes dan berada pada obat-obatan seperti metformin, harus memberitahukan kepada dokter terlebih dahulu sebelum melakukan proses ini karena obat ini berinteraksi dengan pewarna barium yang digunakan dalam proses CT Scan tersebut. Biasanya akan disarankan untuk berhenti minum obat beberapa hari sebelum melakukan proses.